Candi Borubudur

Agro and Food Expo 2012

FGD Perkuatan Kelembagaan FEDEP 2013

Gelar Produk Klaster Unggulan Jateng

Gelar Produk Unggulan Klaster Jateng

Klaster Batik Maos Kab. Cilacap

Klaster Genteng Kab. Grobogan

Klaster Konveksi Kab. Pemalang

Klaster Pengolahan Ikan Kab. Demak

Kontes Jambu

Menerima Kunjungan Timor Leste

Pelatihan AMT

Pelatihan Klaster Industri Emping Mlinjo Kab. Batang

Pelatihan Klaster Pariwisata Kab. Klaten

Pelatihan Manajemen Usaha

Pelatihan Teknik Pemasaran dan IT

Rakor FEDEP 2012

Temu Usaha Bakorwil 3 Tahun 2012

FGD dan Workshop perkuatan kelembagaan FEDEP Bappeda Provinsi Jawa Tengah

Pelatihan Pengembangan Klaster Sektor Pariwisata Kabupaten Kudus

Pelatihan Pengembangan Klaster Sektor Pertanian 2013 Kabupaten Temanggung

 

Kedepankan Etika Profesi

SURAKARTA – Notaris dituntut mengedepankan etika dalam menjalankan tanggung jawab pekerjaannya. Upaya ini sebagai wujud pengabdian profesi agar dapar memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH mengatakan kontrol diri dengan keluruhan beretika harus menjadi pegangan notaris. Organisasi profesi seperti Ikatan Notaris indonesia (INI) pun mesti mengontrol anggotanya agar dapat melakukan pelayanan cepat dan baik bagi masyarakat. Termasuk menjadi agent perubahan dengan tidak melakukan tindak korupsi. Untuk meningkatkan profesionalisme, pengembangan ilmu kenotariatan mutlak dilakukan.

“Sing Elek-Elek Dibuang Wae”

BOYOLALI – Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH meminta agar seluruh kontraktor pelaksana pembangunan infrastruktur mengerjakan proyek dengan kualitas baik dan sesuai kontrak kerja. Jika tidak, mereka akan di black list.

“Rakyat sudah banyak yang protes. Jalan kok rusak terus. Salah satunya karena kualitas yang buruk. Saya lagi inventaris kontraktor-kontraktor sing apik. Sing elek-elek buang wae. Sing apik-apik mau saya kumpulkan, biar kualitasnya pembangunan di Jawa Tengah bagus. Inilah yang coba kita perbaiki,” katanya saat meninjau Paket Peningkatan Ruas Jalan Sangkal Putung – BTS Boyolali, Rabu (22/10).

Ditambahkan, bagi kontraktor yang kualitas pekerjaannya bagus akan didata dan direkomendasikan pada proyek pembangunan infrastruktur selanjutnya.

Perkuat Kedaulatan Bangsa dengan Produk Dalam Negeri

BOYOLALI – Setelah sukses penyelenggaraan pada tahun lalu, Solo Raya Creative Expo tahun ini hadir kembali. Jika tahun lalu berlangsung di Benteng Vasternburg Solo, tahun ini tempat penyelenggaraan dipilih di Alun-alun Kabupaten Boyolali dan berlangsung mulai tanggal 15 – 19 Oktober 2014.

Bupati Boyolali Drs.Seno Samodro pada saat pembukaan acara, Rabu (15/10) mengatakan Solo Raya Creative Expo 2014 merupakan tempat menggagas untuk bekerja sama, memberi wahana dan sekaligus menjadi tempat memamerkan produksi dari masing-masing wilayah secara bergiliran. Seno menerangkan, 150 stand mengikuti kegiatan yang bertujuan menghidupkan ekonomi rakyat di wilayah Solo Raya ini.

Penting Lakukan Tunda Jual

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong peningkatan produksi kedelai, agar kebutuhan kedelai yang menjadi makanan masyarakat sehari-hari dapat terpenuhi. Untuk itu, 16 kabupaten telah dipersiapkan mengoptimalkan produksi kedelai.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH mengungkapkan kebutuhan pangan di provinsi ini relatif tercukupi dari produksi petani lokal. Dia menunjuk contoh produksi padi, jagung, kacang tanah, ubi kayu, gula, daging, telur yang sudah dapat memenuhi kebutuhan rakyat. Namun, untuk produk kedelai masih kurang. Pada 2013 lalu, dari kebutuhan 245.282 ton, estimasi produksi baru 208.706 ton.

Jateng Kekurangan Penyuluh Pertanian

SEMARANG – Kepala Sekretariat Badan Koordinasi dan Penyuluhan Provinsi Jawa Tengah Ir Sugeng Riyanto Msc mengungkapkan Jawa Tengah sangat kekurangan penyuluh pertanian. Akibatnya, pendampingan yang dilakukan kepada petani tidak optimal karena seorang penyuluh harus mangampu tujuh kelompok tani.

“Dari total 38 ribu kelompok tani di Jawa Tengah, penyuluh kita tinggal 5.639. Itu pun dari bulan ke bulan jumlahnya selalu susut,” beber Sugeng saat memberikan laporan kepada Gubernur dalam acara Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Provinsi Jawa Tengah tahun 2014 di Hotel Quest, Selasa (21/10).