Candi Borubudur

Agro and Food Expo 2012

FGD Perkuatan Kelembagaan FEDEP 2013

Gelar Produk Klaster Unggulan Jateng

Gelar Produk Unggulan Klaster Jateng

Klaster Batik Maos Kab. Cilacap

Klaster Genteng Kab. Grobogan

Klaster Konveksi Kab. Pemalang

Klaster Pengolahan Ikan Kab. Demak

Kontes Jambu

Menerima Kunjungan Timor Leste

Pelatihan AMT

Pelatihan Klaster Industri Emping Mlinjo Kab. Batang

Pelatihan Klaster Pariwisata Kab. Klaten

Pelatihan Manajemen Usaha

Pelatihan Teknik Pemasaran dan IT

Rakor FEDEP 2012

Temu Usaha Bakorwil 3 Tahun 2012

FGD dan Workshop perkuatan kelembagaan FEDEP Bappeda Provinsi Jawa Tengah

Pelatihan Pengembangan Klaster Sektor Pariwisata Kabupaten Kudus

Pelatihan Pengembangan Klaster Sektor Pertanian 2013 Kabupaten Temanggung

 

Bank Asal Australia Makin Seriusi Sektor UKM

BANDUNG, suaramerdeka.com – Commonwealth Bank memperluas jangkauan pelayanannya dengan membuka kantor cabang baru di kawasan Dago Bandung, Senin (15/9). Kantor baru itu melengkapi keberadaan tiga kantor cabang yang sebelumnya sudah beroperasi di kota tersebut.

Di kota yang terkenal sebagai pusat industri kreatif itu, anak perusahaan Commonwealth Bank of Australia tersebut ingin semakin mendekatkan diri melayani nasabah dari sektor UKM dan kelas menengah.

Pembukaan kantor cabang anyar itu dilakukan Presiden Commonwealth Bank Indonesia, Tony Costa didampingi Executive Vice Presiden Head of Retail Banking & Services.

Birokrasi Berbelit Hambat Wirausaha Muda

SEMARANG, suaramerdeka.com – Persoalan birokrasi seperti perizinan masih menjadi salah satu kendala utama dalam pertumbuhan wirausaha di tanah air khususnya bagi sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sebab, selain bertele-tele biaya yang dikeluarkan pengusaha pemula dinilai memberatkan.

“Misalnya saja untuk mengurus Perseroan Terbatas (PT), harus melalui lima instansi, tujuh jenis perizinan, dan waktu selesainya bisa sampai tiga bulan. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp 15 juta. Ini tentu menjadi hal yang memberatkan bagi pengusaha pemula,” ungkap Ketua Badan Pimpinan Pusat Himpunan
Pengusaha Muda Indonesia (BPP-Hipmi) Pusat Alexander Yahya Datuk. Dia memaparkan hal itu, pada kuliah umum tentang kewirausahaan dan UMKM di Fakulas Ekonomi Bisnis, Undip, Semarang, kemarin.

IKM Terbebani Kenaikan Harga Bahan Baku

KUDUS, suaramerdeka.com – Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) ternyata telah berdampak pada kenaikan harga sejumlah bahan baku industri.

Kondisi ini membuat para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di Kudus mulai terbebani, karena kenaikan harga produknya tidak bisa serta merta dinaikkan.

Seperti yang diungkapkan Maskur, pengelola industri tas di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, kenaikan harga bahan baku pembuatan tas sudah mulai tampak sejak beberapa pekan yang lalu.

Klaster Logam Bersedia Berikan Pelatihan Bagi Pelajar

KUDUS, suaramerdeka.com – Membagi – bagikan ilmu dalam dunia pendidikan memang sudah menjadi makanan sehari – hari, namun bagaimana jadinya jika yang membagi – bagikan ilmu dilakukan pada bidang industri kecil kerajinan logam. Itulah yang sebenarnya sudha menjadi cita – cita klaster logam untuk bisa memberikan pelatihan bagi siapa saja termasuk pelajar dan mahasiswa yang berminat.

Ketua klaster Citra Usaha Logam, Sahri Baedlowi saat ditemui beberapa waktu lalu menjelaskan pihaknya sempat diminta untuk memberikan pelatihan bagi wirausaha baru dan kini sudah membuahkan hasil.

Ekspor Produk Makanan Olahan Naik 12,76%

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ajang pameran perdagangan internasional, Trade Expo Indonesia (TEI) ke-29, di JIExpo Jakarta menempatkan produk makanan olahan sebagai primadona.

Makanan olahan yang dipamerkan menuai apresiasi dari kalangan buyers dan berhasil mencatatkan kenaikan ekspor hingga 12,76%. Peminat mengapresiasi dari segi kualitas, kemasan, hingga story telling di balik penciptaan produk.

“Tren produk makanan olahan di mancanegara saat ini selain produk organik adalah produk yang low glycemic, gluten free, genetically modified organisms free, serta produk yang memperhatikan petani dan produsen secara ethical trade,” kata Sulistyawati, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Kementerian Perdagangan.