Candi Borubudur

Agro and Food Expo 2012

FGD Perkuatan Kelembagaan FEDEP 2013

Gelar Produk Klaster Unggulan Jateng

Gelar Produk Unggulan Klaster Jateng

Klaster Batik Maos Kab. Cilacap

Klaster Genteng Kab. Grobogan

Klaster Konveksi Kab. Pemalang

Klaster Pengolahan Ikan Kab. Demak

Kontes Jambu

Menerima Kunjungan Timor Leste

Pelatihan AMT

Pelatihan Klaster Industri Emping Mlinjo Kab. Batang

Pelatihan Klaster Pariwisata Kab. Klaten

Pelatihan Manajemen Usaha

Pelatihan Teknik Pemasaran dan IT

Rakor FEDEP 2012

Temu Usaha Bakorwil 3 Tahun 2012

FGD dan Workshop perkuatan kelembagaan FEDEP Bappeda Provinsi Jawa Tengah

Pelatihan Pengembangan Klaster Sektor Pariwisata Kabupaten Kudus

Pelatihan Pengembangan Klaster Sektor Pertanian 2013 Kabupaten Temanggung

 

Petani Butuh Pakan Ternak

SEMARANG – Sejumlah petani mengeluhkan sulitnya memenuhi kebutuhan pakan ternak. Hal ini terungkap saat mereka berdialog dengan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH dalam acara Ngopi Bareng Mas Ganjar di Studio Mini Kantor Gubernur, Jumat (14/11).

Anggota Kelompok Tani Makmur Blora Jasmin mengemukakan kelompoknya mengembangkan penyelamatan sapi Blora dan sudah pernah mendapat bantuan sebesar Rp 500 juta dan lahan 70 hektar untuk aset kandang. Namun sayang, pengembangannya terkendala oleh pemenuhan kebutuhan pakan sapi dan mesin pencacah.

“Kita berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat memfasilitasi dan memberi bantuan kepada kami,” ungkap Jasmin mewakili kelompok taninya.

Bappeda Jateng dan Pemkot Semarang Juara Tata Kelola Informasi

terbaikBadan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Semarang dinobatkan sebagai badan publik terbaik dalam tata kelola informasi publik. Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jateng memberikan anugerah utama pada dua badan publik tersebut berdasarkan aspek kelembagaan, kinerja, pelayanan informasi dan konten website.

Selain menetapkan penerima anugerah utama, KIP juga memberikan penghargaan kepada badan publik provinsi dan kabupaten kota berdasarkan kategori-kategori tertentu. Penghargaan diberikan Minggu (16/11), malam, di Hotel Sahid Surakarta.

Untuk badan publik tingkat provinsi, penerima penghargaan kategori kelembagaan adalah RSUD Prof Margono, Setda Jawa Tengah, BPBD Jawa Tengah, Dinas Pendidikan, Inspektorat, RSUD Tugurejo, RSJ Soedjarwadi, BP3AKB, Kesbanglinmas serta Dinas Koperasi dan UKM.

SMK Jadi Solusi Cetak Tenaga Siap Kerja

SEMARANG – Kegiatan Expo Produk Kompetensi Siswa dan Job Fair SMK Provinsi Jawa Tengah mendapat sambutan positif dari Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH. Menurutnya, ada kolaborasi dari sisi akademis, bisnis, dan sisi pemerintahan yang mendorong kompetensi lulusan SMK sehingga mereka cepat terserap di dunia kerja.

Selain melalui kegiatan expo, Ganjar menganjurkan kepada kepala sekolah dan guru agar kompetensi siswa juga dibangun melalui magang di industri-industri. Magang diutamakan bagi siswa yang duduk di kelas XII. Tujuannya agar mereka terkoneksi langsung dengan industri sehingga bisa menyiapkan diri dengan baik dan lebih siap terjun bekerja.

Dorong Diversifikasi Pangan Berbahan Lokal

GROBOGAN – Pemenuhan kebutuhan pangan merupakan persoalan global yang harus disikapi serius. Menurut Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr Ir Unggul Priyanto MSc, persoalan pangan di Indonesia dipengaruhi banyak faktor. Antara lain ketergantungan impor pangan yang semakin besar, peningkatan jumlah penduduk yang pesat (1,49 persen per tahun), pemanasan global, bencana alam, alih fungsi lahan dan belum optimalnya implementasi kebijakan pemerintah di bidang diversifikasi pangan.

“Kita menyadari masalah pangan adalah masalah rentang hidup dan matinya suatu bangsa. Untuk itu, BPPT sudah berusaha meningkatkan produksi pangan dengan cara intensifikasi maupun ekstensifikasi. Tapi itu tidak cukup karena peningkatan penduduk di Indonesia sangat pesat. Karenanya diperlukan cara lain, salah satunya melalui diversifikasi energi,” kata Unggul pada acara peringatan Hari Pangan se-dunia ke XXXIV dan Hari Nusantara ke XV di Stadion Krida Bhakti, Selasa (18/11).

Kedepankan Etika Profesi

SURAKARTA – Notaris dituntut mengedepankan etika dalam menjalankan tanggung jawab pekerjaannya. Upaya ini sebagai wujud pengabdian profesi agar dapar memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH mengatakan kontrol diri dengan keluruhan beretika harus menjadi pegangan notaris. Organisasi profesi seperti Ikatan Notaris indonesia (INI) pun mesti mengontrol anggotanya agar dapat melakukan pelayanan cepat dan baik bagi masyarakat. Termasuk menjadi agent perubahan dengan tidak melakukan tindak korupsi. Untuk meningkatkan profesionalisme, pengembangan ilmu kenotariatan mutlak dilakukan.